Tampilkan postingan dengan label p_tidur. Tampilkan semua postingan

Nasib laba-laba Pembohong


suatu hari, angin beristirahat setelah sekian lama bertiup. Di puncak bukit, dibalik batu besar, angin tertidur panjang.
Sementara itu, para binatang mulai merindukan angin. Merekapun mengirimkan laba- laba untuk mencari angin. Tidak lama, laba-laba menemukan angin dan membangunkannya.
Angin tidak suka tidurnya diganggu olah laba-laba. Anginpun mengusir laba-laba dan kembali tidur.
Karena laba-laba berjalan dengan perlahan, butuh waktu yang lama baginya turun dari bukit. Dalam perjalanannya, dia bertemu lalat yang juga dikirim untuk mencari angin.
Laba-laba berbohong kepada lalat dengan mengatakan bahwa ia telah menemukan angin dan berhasil membujuknya. Padahal, sebenarnya angin mengusir laba-laba.
Mendengar berita bagus itu, lalat pulang lebih dulu dan berencana mengakui bahwa ia yang terlebih dulu bertemu angin, bukannya laba-laba. Ia berharap akan mendapatan pujian dari para binatang.
Rencana berjalan lancar. Ia tiba di bawah sebelum laba-laba. Dengan berbohong, lalat menceritakan perjalanan beratnya untuk menemukan angin.
Para binatang merayakan keberhasilan lalat dan memuji lalat setinggi langit. Sementara, saat laba-laba pulang, ia diusir oleh para binatang karena tidak berhasil menemukan angin.
Sejak saat itulah laba-laba dan lalat menjadi musuh. Laba-laba sengaja membuat jebakan untuk membunuh dan memakan lalat. Sementara itu, angin sudah bangun dari tidur dan mulai bertiup kembali.

dikutip dari:
365 Dongeng Dunia Sepanjang Masa
Sitta Mayasari
Read more

sholat Dhuha


Hari minggu pagi Nina bersepeda kerumah bibi Nola.
“Assalamu’alaikum, ” Nina mengetuk pintu rumah bibi Nola.
“Wa’alaikum salam.” bibi Nola membuka pintu sambil tersenyum. “Sebentar ya, Bibi lepas mukena dulu.”
Nina menatap Bibi Nola. “Kok, Bibi Nola baru shalat Subuh sekarang ?”
Bibi Nola tertawa. “Bibi tidak sedang shalat Subuh, tapi shalat Duha.”
“Shalat Duha itu apa , Bi?” tanya Nina penasaran.
“Shalat Duha merupakan salah satu shalat sunah. Shalat Duha dikerjakan saat matahari sudah mulai memanas sampai sebelum waktu shalat Zuhur tiba,” Jawab Bibi Nola.
“Bibi setiap hari shalat Duha ?” tanya Nina penasaran.
Bibi Nola tersenyum, “tidak setiap hari, Nina. Sebab, shalat Duha itu bukan shalat Fardu. Tetapi, Bibi berusaha mengerjakannya setiap pagi saat  ada kesempatan.”
“Shalat Duha itu berapa rakaant, Bi?” tanya Nina. “Boleh dua, empat, enam, delapan, atau dua belas rakaat; salam setiap dua rakaat, “Jawab Bibi Nola.
“Kata Rasullullah, siapa yang mengerjakan shalat Subuh berjamaah dan tetap duduk berzikir sampai dia melakukan shalat Duha, maka akan mendapat pahala haji dan umrah yang sempurna.”
“Wah, asyik, ya Bi!” senyum Nina.
“InsyaAllah. Shalat Duha juga merupakan shalatnya orang – orang yang bertobat, ” lanjut Bibi.
“Bibi boleh tidak kalau Nina shalat Duha ?” tanya Nina. “Tentu saja boleh, Nina, ” seru Bibi Nola senang.
Nina beranjak wudu, kemudian melaksanakan shalat Duha dengan khusyuk.
Siang itu Nina pulang kerumah dengan hati senang. Nina belajar tentang shalat sunah Duha. Nina ingin selalu melaksanakannya saat istirahat sekolah. Nina ingin menjadi orang yang selalu bertobat.




Dikutip dari buku “Aku Senang Shalat Sunah”
Yuniar Khairani
Read more